MAJENE, Menitsulbar.news – Bencana angin puting beliung menerjang Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, dan mengakibatkan kerusakan pada puluhan rumah warga. Berdasarkan laporan kejadian BPBD Kabupaten Majene tertanggal Sabtu, 31 Oktober 2026, tercatat sebanyak 57 rumah warga terdampak akibat bencana tersebut.
Data BPBD Kabupaten Majene menunjukkan, dari total 57 rumah terdampak, sebanyak 24 rumah mengalami kerusakan berat, 23 rumah mengalami kerusakan sedang, dan 10 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah, mengingat angin puting beliung dapat menimbulkan kerusakan bangunan serta mengancam keselamatan masyarakat, terutama ketika terjadi di kawasan permukiman.
Berdasarkan pendataan yang dihimpun BPBD Kabupaten Majene, rumah-rumah terdampak tersebar di sejumlah wilayah di Kecamatan Malunda. Petugas melakukan pendataan untuk mengetahui tingkat kerusakan serta kebutuhan penanganan bagi warga yang rumahnya terdampak.
BPBD Kabupaten Majene terus berkoordinasi dengan pemerintah Kecamatan Malunda dan pihak terkait guna mendukung penanganan dampak bencana. Koordinasi tersebut diperlukan agar kondisi warga terdampak dapat teridentifikasi dan kebutuhan penanganan di lapangan bisa ditindaklanjuti sesuai kewenangan serta ketersediaan sumber daya.
Selain penanganan pascabencana, kejadian ini juga menjadi pengingat pentingnya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi cuaca ekstrem. Warga diimbau memperhatikan informasi cuaca dari sumber resmi, menghindari berteduh di bawah pohon atau bangunan yang rawan roboh saat angin kencang, serta segera mencari tempat yang lebih aman apabila terjadi tanda-tanda cuaca berbahaya.
Masyarakat juga diharapkan melaporkan kerusakan rumah maupun kondisi darurat kepada aparat pemerintah setempat atau petugas kebencanaan agar dapat dilakukan pendataan dan penanganan lebih lanjut.
Melalui koordinasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat, penanganan dampak bencana di Kecamatan Malunda diharapkan dapat berjalan dengan baik. Upaya mitigasi dan kesiapsiagaan perlu terus diperkuat untuk meminimalkan risiko serta melindungi keselamatan warga apabila bencana serupa kembali terjadi.
BPBD Kabupaten Majene mengusung semangat “Siap Untuk Selamat” sebagai pengingat bahwa kesiapsiagaan, kewaspadaan, dan kerja sama semua pihak merupakan bagian penting dalam menghadapi bencana. Adv





