MAJENE – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majene, Suardi, memberikan arahan dan pemahaman kepada peserta didik SMP Negeri 1 Majene dalam kegiatan Simulasi Gempa Bumi dan Tsunami Daerah Pesisir untuk Anak Sekolah serta program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), Rabu (28/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di halaman SMP Negeri 1 Majene tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi potensi bencana, khususnya gempa bumi dan tsunami yang dapat mengancam wilayah pesisir.
Dalam arahannya, Suardi memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai pentingnya mengenali risiko bencana, memahami langkah-langkah penyelamatan diri, serta mengetahui tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi gempa bumi maupun potensi tsunami.
Edukasi kebencanaan sejak dini dinilai penting untuk membangun kesadaran dan membentuk perilaku tanggap bencana di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, para peserta didik diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga mampu memahami pentingnya bersikap tenang, mengikuti arahan petugas, dan melakukan evakuasi sesuai prosedur keselamatan.
Simulasi gempa bumi dan tsunami juga menjadi sarana pembelajaran praktis bagi warga sekolah untuk mengenali tahapan penyelamatan diri dalam situasi darurat. Pemahaman mengenai jalur evakuasi, titik kumpul yang aman, serta pentingnya mengikuti informasi resmi merupakan bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) menjadi salah satu upaya untuk memperkuat budaya sadar bencana di lingkungan pendidikan. Melalui program ini, sekolah didorong untuk meningkatkan kapasitas dalam menghadapi ancaman bencana, sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama.
Kabupaten Majene sebagai wilayah yang memiliki kawasan pesisir memerlukan perhatian terhadap potensi ancaman gempa bumi dan tsunami. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat, termasuk kalangan pelajar, menjadi langkah penting dalam mengurangi risiko serta meminimalkan dampak yang dapat ditimbulkan oleh bencana.
Keterlibatan peserta didik dalam kegiatan simulasi diharapkan dapat menumbuhkan pemahaman bahwa kesiapsiagaan tidak cukup hanya dilakukan ketika bencana terjadi, tetapi perlu dibangun melalui edukasi, latihan, dan pembiasaan secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan simulasi gempa bumi dan tsunami serta pelaksanaan SPAB di SMP Negeri 1 Majene, BPBD Kabupaten Majene terus mendorong penguatan edukasi kebencanaan di lingkungan sekolah. Upaya ini diharapkan dapat membentuk generasi muda yang lebih tanggap, sigap, dan memiliki pengetahuan yang memadai dalam menghadapi situasi darurat, sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang lebih aman dan tangguh terhadap bencana.
BPBD Kabupaten Majene — Membangun Kesiapsiagaan, Mewujudkan Masyarakat Tangguh Bencana. Adv



