MAJENE – Gelombang pasang yang terjadi dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan air laut meluap hingga menggenangi ruas jalan di kawasan pesisir Lingkungan Pangali-Ali, tepatnya di depan Monumen Posasi, Kabupaten Majene. Kondisi tersebut juga menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap keberlangsungan fungsi bangunan pelindung pantai di lokasi tersebut.
Pantauan Tim Redaksi Menitsulbar.news di lokasi menunjukkan genangan air laut masih menutupi sebagian badan jalan. Sejumlah warga menyampaikan bahwa peristiwa tersebut telah berlangsung selama beberapa hari dan dipicu oleh gelombang pasang yang disertai angin kencang.
“Sudah beberapa hari seperti ini. Saat gelombang pasang dan angin kencang, air laut naik sampai ke jalan. Padahal jalan ini baru selesai diperbaiki,” ujar salah seorang warga yang ditemui di lokasi.
Menurut warga, kondisi tersebut hampir terjadi setiap tahun ketika cuaca ekstrem melanda wilayah pesisir. Mereka khawatir apabila tidak segera dilakukan penanganan, limpasan gelombang (wave overtopping) dan terpaan gelombang secara berulang dapat mempercepat kerusakan infrastruktur jalan serta meningkatkan risiko abrasi di kawasan tersebut.
Warga berharap pemerintah segera melakukan langkah penanganan yang komprehensif melalui pembangunan maupun penguatan bangunan pengaman pantai (revetment/tanggul penahan gelombang) sesuai dengan standar teknis pekerjaan umum. Mereka menilai keberadaan bangunan pengaman pantai di kawasan Lingkungan Cilallang dapat menjadi salah satu referensi dalam upaya perlindungan kawasan pesisir Pangali-Ali.
Selain itu, masyarakat juga meminta Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi V Sulawesi Barat agar menjadikan penanganan kawasan pesisir Pangali-Ali sebagai salah satu prioritas. Menurut warga, penanganan yang dilakukan secara menyeluruh diharapkan mampu mengurangi dampak gelombang pasang yang hampir setiap tahun mengganggu aktivitas masyarakat dan mengancam infrastruktur di kawasan tersebut.
Secara teknis, bangunan pengaman pantai berfungsi meredam energi gelombang, mengurangi limpasan air laut ke daratan, serta melindungi jalan dan kawasan permukiman dari ancaman abrasi maupun kerusakan akibat gelombang pasang.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai rencana penanganan maupun hasil evaluasi terhadap kondisi bangunan pelindung pantai di lokasi tersebut. Menitsulbar.news akan berupaya meminta konfirmasi kepada pihak terkait untuk melengkapi informasi kepada publik.


