MAJENE – MENITSULBAR.NEWS – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Majene melaksanakan Apel Siaga Pendapatan 100 Persen sebagai bentuk motivasi sekaligus penguatan komitmen bagi seluruh pengelola destinasi wisata dalam mengoptimalkan pencapaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun anggaran 2026. (02/11/2026)
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan tanggung jawab, serta mendorong seluruh pengelola destinasi wisata agar lebih aktif dan profesional dalam mengembangkan potensi pariwisata daerah.
Apel siaga ini tidak hanya berorientasi pada pencapaian target pendapatan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola destinasi wisata yang lebih baik, melalui peningkatan kualitas pelayanan, pengelolaan fasilitas, serta pengembangan daya tarik wisata yang berkelanjutan.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Disbudpar Kabupaten Majene juga melaksanakan launching Diving Dato’, sebuah inovasi wisata bahari yang merupakan hasil kolaborasi bersama Jurusan Perikanan Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar).
Kehadiran Diving Dato’ diharapkan dapat menghadirkan pengalaman wisata baru bagi pengunjung, khususnya wisatawan yang memiliki ketertarikan terhadap aktivitas penyelaman dan keindahan ekosistem bawah laut.
Pantai Dato’ yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan Kabupaten Majene memiliki potensi wisata bahari yang dapat terus dikembangkan. Melalui hadirnya aktivitas diving, kawasan tersebut diharapkan semakin memiliki variasi produk wisata yang mampu memperpanjang lama kunjungan wisatawan sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat sekitar.
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi juga menjadi langkah strategis dalam mendorong pengembangan pariwisata berbasis pengetahuan, potensi sumber daya lokal, serta pemanfaatan sumber daya kelautan secara bertanggung jawab.
Pengembangan wisata selam tentunya perlu didukung dengan standar keselamatan aktivitas penyelaman, ketersediaan peralatan yang sesuai, pendamping atau instruktur kompeten, serta edukasi kepada wisatawan mengenai pentingnya menjaga kelestarian ekosistem laut.
Aspek tersebut menjadi penting agar pengembangan Diving Dato’ tidak hanya menghadirkan daya tarik wisata baru, tetapi juga mampu menerapkan prinsip pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.
Melalui pelaksanaan Apel Siaga Pendapatan 100 Persen dan peluncuran Diving Dato’, Disbudpar Kabupaten Majene menunjukkan upaya mengintegrasikan penguatan tata kelola pendapatan daerah dengan inovasi pengembangan destinasi wisata.
Sinergi antara pemerintah, akademisi, pengelola destinasi, pelaku usaha pariwisata, dan masyarakat diharapkan menjadi kekuatan bersama dalam memajukan sektor pariwisata Majene.
Dengan mengoptimalkan potensi wisata alam, budaya, dan bahari yang dimiliki, Kabupaten Majene memiliki peluang untuk semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu tujuan wisata di Sulawesi Barat.
Semangat kolaborasi tersebut diharapkan terus terjaga demi mewujudkan pariwisata Majene yang semakin maju, mandiri, berdaya saing, dan tetap berlandaskan nilai-nilai budaya lokal. (Adv)





