JAKARTA – MENITSULBAR – Pemerintah Kabupaten Majene terus memperkuat upaya pemulihan wilayah pascabencana melalui dukungan pemerintah pusat. Hal ini ditandai dengan kehadiran Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majene, Suardi, bersama Bupati Majene, H. A. Achmad Syukri, serta Kepala Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Majene, Syamsul, dalam kegiatan pendampingan penyaluran hibah rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Novotel Pulomas, Jakarta Timur, pada 3–4 November 2026. Agenda ini menjadi bagian penting dalam proses koordinasi dan pendampingan penyaluran bantuan hibah dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kepada Pemerintah Kabupaten Majene.
Dalam kegiatan tersebut, dilakukan penandatanganan hibah antara BNPB dan Pemerintah Kabupaten Majene dengan nilai bantuan lebih dari Rp10 miliar. Dana hibah tersebut diperuntukkan bagi pelaksanaan pembangunan serta rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kabupaten Majene.
Dukungan anggaran tersebut menjadi langkah strategis dalam mempercepat pemulihan infrastruktur dan fasilitas yang terdampak bencana. Melalui program rehabilitasi dan rekonstruksi, pemerintah daerah diharapkan dapat mengembalikan fungsi sarana dan prasarana sekaligus meningkatkan kualitas pembangunan agar lebih aman dan tangguh menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
Kehadiran Bupati Majene bersama jajaran BPBD dan Dinas PUPR menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mengawal proses pemulihan pascabencana, mulai dari koordinasi, administrasi, hingga pelaksanaan program pembangunan yang bersumber dari hibah pemerintah pusat.
Sinergi antara BNPB dan Pemerintah Kabupaten Majene ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem penanggulangan bencana yang tidak hanya berorientasi pada penanganan darurat, tetapi juga memberikan perhatian terhadap pemulihan wilayah dan kehidupan masyarakat setelah bencana.
Dengan dukungan hibah BNPB lebih dari Rp10 miliar tersebut, Pemerintah Kabupaten Majene diharapkan dapat mengoptimalkan pelaksanaan program rehabilitasi dan rekonstruksi sesuai peruntukan, kebutuhan di lapangan, serta ketentuan yang berlaku.
Langkah ini sekaligus menjadi wujud komitmen pemerintah dalam membangun Kabupaten Majene yang lebih tangguh terhadap bencana, melalui pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan berorientasi pada keselamatan serta kesejahteraan masyarakat. (Adv)





